Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana Sedulur Sikep Sambongrejo

LINTAS BLORA, SAMBONG -Berbasis kearifan lokal bersama paguyuban kerukunan Sedulur Sikep, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) bersinergi dengan Komisi D DPRD Kabupaten Blora menyelenggarakan kegiatan advokasi dan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampung Samin Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Sabtu (13/3/2021). “Kami apresiasi dan mendukung program bangga kencana, bahkan kita juga sudah mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Pramugi Prawiro Wijoyo, tokoh Sedulur Sikep setempat dalam sambutannya.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Dalduk KB Blora, Achmad Nur Hidayat, SH, M.Si, MM menyampaikan di masa pandemi ini, sehat itu mahal. “Maka, kita perlu menerapkan 5M dalam keseharian. Mencuci tangan pakai sabun dengan air. Memakai masker. Menjaga jarak. Menghindari kerumunan. Mengurangi mobilitas,” terangnya.

Achmad Nur Hidayat menyebut, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) itu lebih sulit dibandingkan pembangunan infrastruktur. Pihaknya juga berharap kepada warga Sambongrejo, Kecamatan Sambong untuk membantu dan berperan aktif menekan dan mengurangi stunting melalui program Isi Piringku dan mencegah pernikahan usia dini.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Komisi D DPRD Blora, Achlif Nugroho Widi Utomo mengapresiasi kepada Dinas Dalduk KB yang telah melaksanakan kegiatan itu. Ia menekankan, bahwa dalam program pengendalian penduduk tidak membatasi jumlah anak. “Tetapi mengendalikan pertambahan jumlah penduduk di Kabupaten Blora, yaitu dengan dua anak lebih sehat,” kata Achlif.

Pada kegiatan yang berlangsung di pendopo Sedulur Sikep Sambongrejo itu, dihadirkan sejumlah narasumber. Pertama, Nuril Anshori, Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Kabupaten Blora. Ia menyampaikan materi Undang-Undang Perkawinan. Narasumber kedua, disampaikan April dan Deni dari Koalisi Muda Kependudukan Kabupaten Blora. Keduanya menyoal materi mengenai program generasi berencana, terlebih mengenai pendewasaan usia perkawinan. Peserta terdiri remaja desa setempat antusias mengikuti paparan narasumber dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19. (ambar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.