Anggota Sentani Kecamatan Jati Tuntut Harga Pupuk Bersubsidi sesuai HET yang Ditetapkan Pemerintah

LINTAS BLORA, JATI – Sedulur Relawan Tani (Sentani) Kecamatan Jati melaksanakan audiensi tentang harga pupuk bersubsidi sesuai HET. Pukul 09.40 WIB anggota Sentani Kecamatan Jati dengan menggunakan KBM dan SPMI bergerak menuju Kantor Kecamatan Jati dari titik kumpul di rumah Sdr. Kristi Ageng Hermawan (grek) di Ds. Doplang Kecamatan Jati. Senin, (22/02/21).

Setibanya mereka disana sekitar pukul 09.52 WIB rombongan sampai di pendopo kantor Kecamatan Jati, kemudian pukul 10.06 WIB dimulailah audiensi antara Sentani dengan Ketua Asosiasi KPL (Kios Pupuk Lengkap) Blora dan KPL Kecamatan Jati dalam rangka menyikapi permasalahan pembelian pupuk bersubsidi di Kecamatan Jati.

Bacaan Lainnya

Turut hadir dalam acara tersebut Kasat Intelkam (AKP Mujiono, S.Sos., M.H.) beserta anggota, Camat Jati (Edy Purnomo, S.Pd.), Kapolsek Jati (AKP Bajuri), Danramil 11/Jati diwakili Serka Sudarto, Ka BRI Unit Jati (Adi S), Ketua Asosiasi KPL Blora (Ali Muntahar) beserta 5 orang KPL Kecanatan Jati, Ka UPT Dipertan Kecamatan Jati (Sujarwo), Ketua KPP Sentani Kab. Blora (Exy Agus Wijaya), Anggota KPW Sentani Kecamatan Jati 19 orang.

Adapun Tema audiensi
Pertama Petani menuntut harga pupuk bersubsidi sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi), kedua Percepatan pembuatan Kartu Tani, kemudian Transparansi RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Alkap yang digunakan dalam kegiatan tersebut yaitu Banner bertuliskan “Atas nama Kedaulatan Rakyat Petani Blora Menuntut Harga Pupuk Bersubsidi Sesuai dengan HET Seperti yang Ditetapkan oleh Pemerintah”.

Dalam sambutannya Ketua KPP Sentani Kabupaten Blora (Exi Agus Wijaya) beliau mengatakan ucapan Terimakasih atas waktu dan tempat yang disediakan di Pendopo Kantor Kecamatan Jati, selain itu menurutnya dalam audiensi ini yang merupakan ruang publik untuk membahas permasalahan di Kecamatan Jati yang salah satunya adalah permasalahan pupuk bersubsidi, membangun ruang diskusi karena masyarakat punya hak untuk menanyakan haknya, “Pendistribusian pupuk bersubsidi harus sesuai HET dan tanpa intil-intil dan BRI yang diberi tugas mencetak kartu Tani kenapa terlambat dan hal ini ada apa?” tuturnya.

Dalam kegiatan ini nantinya Para audiensi diajak berdiskusi,untuk memecahkan permasalahan pupuk bersubsidi di Kecamatan Jati. Agar permasalahan pupuk ini segera selesai. Beliau juga menyayangkan Dimasa pandemi saat ini masih ada praktek – praktek dengan cara sistematis, masif dan struktural yang menjadikan petani sebagai komoditas.

“Pertemuan ini untuk mencari solusi terkait permasalahan pupuk di Kec. Jati, Pendopo ini adalah ruang publik untuk masyarakat Kecamatan Jati, jadi silahkan digunakan dengan baik dan semoga ditemukan solusi, kedepannya pertemuan semacam ini semoga bisa dilaksanakan di tingkat Kabupaten Blora agar kebijakan bisa segera turun, semoga dengan diskusi ini dapat tercapai apa yang diinginkan,” kata Camat Jati (Edy Purnomo, S.Pd.).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.