Bupati Blora Pimpin Rakor Tim Percepatan Pembangunan Bendung Gerak

LINTAS BLORA, BLORA KOTA – Senin (8/3/2021), bertempat di  Ruang Pertemuan Bappeda Lantai 2 Bupati H. Arief Rohman, S.IP, M.Si didampingi Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, ST, MM, memimpin rapat koordinasi  tim percepatan pembangunan bendung gerak Karang Nongko.

Rakor berlangsung dengan diawali laporan dari  Wakil Bupati kepada Bupati sebagai tindak lanjut rapat di hari Jumat (5/3/2021), bahwa draft tim percepatan pembangunan bending gerak Karang Nongko telah tersusun.

Bacaan Lainnya

“Yang terhormat Bapak Bupati, kami laporkan bahwa draft tim percepatan pembangunan bendung gerak karang nongko sudah terbentuk. Mohon arahan sehingga tim ini bisa segera berkoordinasi dan melakukan konsolidasi dengan tim dari BBWS,” lapor Wakil Bupati yang biasa disapa mbak Etik ini.

Wakil Bupati juga melaporkan bahwa saat ini sedang dilakukan pembicaraan untuk menambah jumlah manfaat air baku bagi masyarakat.

“Saat ini sedang dilakukan pembicaraan untuk menambah jumlah manfaat air baku bagi masyarakat terdampak, yang semula 100 liter/detik relatif kecil dibanding dengan yang didapat kabupaten lain. Selain itu, kami laporkan hasil pembicaraan dengan BBWS bahwa untuk jalan yang tergenang nantinya menjadi tanggungjawab dari BBWS,”lanjut Wakil Bupati.

Dalam rakor ini Bupati menyampaikan bahwa pemilik tugas terberat dari tim percepatan pembangunan bending gerak Karang Nongko ini adalah tim yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

“Pak Camat, Pak Kades yang berhubungan langsung dengan masyarakat mendapat tugas terberat karena harus mengadakan pendekatan-pendekatan secara informal dengan saudara-saudara kita yang terdampak. Tadi saya sudah komunikasikan dengan pak Kapolres dan pak Dandim untuk membantu menjaga kondusivitas warga masyarakat terdampak, Yang terpenting,  kita perlu bicara soal relokasi warga ini mau kemana. Harus ada kepastian dan ini segera. Perlu membahas skema-skema soal relokasi warga kita,” kata Bupati  Arief Rohman.

“Sekali lagi beban terberat atas proyek ini adalah Kab. Blora dimana harus bedol desa. Secara teknis teman-teman dinas terus berjalan. Soal masyarakat ini perlu pendekatan tolong serap aspirasi masyarakat sebanyak-banyaknya dan kalau bisa buat surat sehingga menjadi acuan saya untuk koordinasi dengan Kementrian LHK dan Kementrian Kehutanan. Agar masyarakat tidak galau,” lanjutnya.

Lebih lanjut Bupati  mengingatkan karena proyek strategis nasional dengan bedol desa ini adalah yang pertama di Kabupaten Blora, dampak terbesarnya adalah dampak sosial.

“PR kita bersama adalah bagaimana mensukseskan proyek ini dengan kondisi masyarakat tetap kondusif,” tutup Arief Rohman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.