Demi Menyukseskan Program SDGS Desa, Pendamping Desa Kedungtuban Giat Kegiatan Bimtek

LINTAS BLORA, KEDUNGTUBAN – Senin (10/5/2021). Kegiatan yang serempak diadakan di semua wilayah Kabupaten Blora dan juga seluruh wilayah Indonesia ini mengharuskan semua pihak untuk mensukseskanya, tak terkecuali Pendamping Desa di setiap wilayah kerjanya sebagai mandataris Kemendes PDTT.Kegiatan yang diawali hari Senin (3/5/2021) dan berjalan selama satu Minggu (10/5/2021) di semua Desa Se-Kecamatan Kedungtuban.

Karena pelaksanaanya di tengah penganggaran desa dan harus dilaksanakan, siang ataupun malam Pendamping Desa maupun Pendamping Lokal Desa “gaspol” untuk mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) di wilayah kerja masing-masing.

Bacaan Lainnya

SDGs Desa adalah bertujuan untuk Perencanaan pembangunan yg berkelanjutan dengan target capaian 18 indikator merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs berisi 17 Tujuan dan 169 Target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030.

Sugeng Priyanto (Koordinator Tenaga Pendamping Profesional wilayah Kecamatan Kedungtuban) mengatakan, “17 Desa telah melaksanakan Bintek pembekalan tekhnis pokja relawan SDGs kita kebut dalam waktu 1 minggu siang malam kita “gass poll”, meski puasa Ramadhan tidak menghalangi kami, pokoknya karena Kecamatan Kedungtuban agak terlambat dalam menyikapi SDGs tapi kami yakin dan optimis melihat progres yg saat ini berjalan bisa tercapai pendataan hingga 31 mei nanti dan kami mohon setiap pemdes untuk mendukung setiap relawannya agar maksimal dalam mendata tetapi tetap menjaga protokol kesehatan”.

Sustainable Development Goals disingkat SDGs. SDGs Desa merupakan role pembangunan berkelanjutan yang akan masuk dalam program prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2021. Begitu pentingnya pendataan ini sampai tekesan dipaksakan untuk dilaksanakan di tengah penganggaran desa karena begitu pentingnya, perlu dukungan dari segala pihak terkhusus desa sebagai pemanfaat langsung dari pendataan ini. Data memang mahal, tapi pembangunan tanpa data lebih mahal. (stw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.