Ketua PGRI Blora : “Segera Lakukan Sekolah Tatap Muka”

Sistem Tidak Signifikan

LINTAS BLORA, BLORA KOTA – Sudah lebih dari satu tahun sistem pembelajaran dilakukan secara daring (dalam jaringan). Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Blora menilai sistem tersebut tidak bisa berjalan signifikan. Bahkan sistem tersebut cenderung membuat orang tua menjadi stres.

Bacaan Lainnya

“Buktinya adalah, Satu, anak-anak diberi pembelajaran, tugas dan sebagainya siapa yang mengerjakan? orang tuanya. Namun kenyataannya apa? orang tuanya yang sekarang menjadi stres. Artinya apa? Artinya orang tua tidak mampu memberikan pembelajaran kepada anaknya,” ucap Ketua PGRI Blora Sintong Jaka Kusworo melalui saluran telepon, Sabtu (20/3).

“Kedua, waktu ada penilaian terhadap anak hasilnya bagus-bagus. Karena apa? karena yang menjawab adalah orang tuanya. Tapi setelah kita coba, anak-anaknya gak mudeng apa-apa. Jadi ini kan kontradiktif,” lanjutnya.

Segera Laksanakan PTM

Atas fakta yang terjadi, Lanjut Sintong, PGRI menilai bahwa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) harus segera dilaksanakan.

“Akhirnya kita berpikir. Kami bersama PGRI Jawa tengah, akhirnya berprinsip, Kami bersama Pak Bupati juga mengusulkan, Intinya PTM harus segera dilaksanakan apapun alasannya,” ucapnya..

Pihaknya pun telah mengusulkan sistem PTM yang bisa dijalankan kepada Bupati Blora. Yakni melalui sistem zona.

“Zona ini bukan seperti yang Kabupaten Blora zona orange, bukan itu. Tapi ada zona yang bertanggung jawab. Contoh untuk zona TK dan SD kita serahkan sepenuhnya kepada Pak Lurah atau Kades, Kepsek dan Komite. Kalau SMP nanti yang bertanggung jawab camat satuan gugus tugasnya. SMA atau SMK bisa langsung Bupati atau Gubernur. Itu caranya,” terangnya.

Tetap Dengan Prokes

Meski begitu, kata Sintong, Pemberlakuan PTM tetap harus diikuti dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Pihaknya pun cukup yakin dengan cara seperti tidak ada akan menimbulkan terjadinya penularan virus Corona.

“Itu kalau dengan Prokes yang ketat maka saya pikir kita bisa mengantisipasi kondisi pandemi. Karena kami sudah membuktikan dengan Prokes yang ketat waktu piloting project kemarin tidak terjadi klaster,” tandasnya. (arp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.