Pidato Perdana Bupati Blora di Depan Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Blora

LINTAS BLORA, BLORA – Hari ini, Jumat 26 Februari 2021, DPRD Kabupaten Blora melaksanakan dua agenda Rapat Paripurna. Paripurna pertama dilakukan pukul 07.30 WIB untuk menyaksikan secara virtual pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Blora H. Arief Rohman, S.IP, M.Si dan Tri Yuli Setyowati, ST MM untuk masa jabatan tahun 2021 – 2026. Sedangkan Rapat Paripurna yang kedua dilaksanakan pukul 09.30 WIB untuk mendengarkan pidato perdana Bupati Blora setelah pelantikan didepan Majelis Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Blora yang dipimpin langsung HM. Dasum, ketua DPRD Kabupaten Blora.

Dalam sambutanya HM. Dasum mengemukakan, “Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, H. Arief Rohman, S.IP, M.Si sebagai Bupati dan Tri Yuli Setyowati, ST MM, kita dengarkan sambutan perdana didepan Majelis Sidang untuk mengetahui arah rencana kebijakan lima tahun kedepan. Sudah selayaknya, bagi sdr. Bupati untuk menyampaikan program – programnya didepan Forkopimda dan Majelis Sidang karena kita memang akan bersinergi dalam merencanakan, melaksanakan dan mengawasi jalannya pembangunan Kabupaten Blora.”

Bacaan Lainnya

Berikut, naskah lengkap pidato perdana Bupati H. Arief Rohman, S.IP, M.Si ;

Assalamu‘alaikum wr. wb. Salam sejahtera untuk kita semua. Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Salam Seger Waras

Alhamdulillahi rabbil alamin. Asholatu wassalamu ‘ala asrofil ambiya’iwal mursalin syaidina wa maulana Muhammadin wa’ala alihi wasohbihi ajma’in. Amma ba’du.

Ykh. sdr. Wakil Bupati Blora

Ykh. Ketua, Para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Blora ;

Ykh. Rekan-rekan Anggota Forkopimda Kabupaten Blora;

Ykh. Perangkat Daerah se-Kabupaten Blora;

Ykh. Kepala Instansi Vertikal di Kabupaten Blora;

Ykh. Saudara Pimpinan Partai Politik dan Organisasi Kemasyarakatan

Ykh. Sedulur-dulur Warga Blora dan Hadirin yang berbahagia

Hari ini sebuah amanat besar telah diletakkan di pundak kami berdua. Sebuah amanat yang harus dipertanggung jawabkan dunia akhirat. Hari ini adalah penanda awal perjuangan kita dalam menghadirkan kesejahteraan seluruh warga Blora yang unggul dan berdaya saing.

Hari ini, saya dan Ibu Tri Yuli Setyowati dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Blora bukan hanya bagi para pemilih kami saja, tapi bagi seluruh warga Blora. Kini saatnya bergandengan tangan Sesarengan mBangun Blora.

Sedulur – sedulur warga Blora yang kami cintai dan Bapak Ibu semua hadirin yang kami hormati serta kawan – kawan media yang kami banggakan

Pada kesempatan ini kami berdua mewakili sedulur – sedulur warga Kabupaten Blora perkenankanlah mengucapkan terimakasih kepada Bapak Djoko Nugroho yang telah mendarmabaktikan jiwa raga selama sepuluh tahun mempimpin kita semua. Kita berdua akan melanjutkan perjuangan Bapak. Kami akan memegang prinsip melestarikan nilai-nilai lama yang baik dan menerapkan nilai – nilai baru yang lebih baik.

Sedulur – sedulur warga Blora yang kami cintai dan Bapak Ibu semua hadirin yang kami hormati serta kawan – kawan media yang kami banggakan

Kabupaten Blora terletak di bagian timur Provinsi Jawa Tengah yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Timur dengan luas wilayah sebesar 1.955,8219 km2 atau 195.582.19 ha (6,01 % dari luas wilayah Provinsi Jawa Tengah). Jumlah penduduk Blora sebanyak 938.814 jiwa.

Saat ini, laju perekonomian Kabupaten Blora mengalami kontraksi atau penurunan 5 %.Semula 4,05 % di tahun 2019 dan menjadi – 1,0 % di tahun 2020 akibat bencana non alam virus covid 19. Penurunan Blora lebih tinggi bila dibanding penurunan laju perekonomian provinsi, yakni 2,48 % dan Nasional 2,03 %.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang merupakan indikator untuk mengetahui tiga dimensi pokok pembangunan manusia. Sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2020 masih menempati peringkat ke-29 dari 35 Kabupaten Kota di Jawa Tengah, dan merupakan yang terendah nilainya di bandingkan dengan Kabupaten lain se-Eks Karesidenan Pati (Grobogan, Rembang, Pati, Kudus dan Jepara). Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia baik di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi masih tertinggal dari Kabupaten/Kota lainnya.

Kondisi kemiskinan Kabupaten Blora Tahun 2016 – 2020 mengalami penurunan rata-rata 0,78% pertahun, akan tetapi periode Tahun 2020 persentase kemiskinan Kabupaten Blora mengalami kenaikan 0,64% disebabkan oleh pandemi covid 19 yang melanda Kabupaten Blora dan juga Indonesia. Kabupaten Blora berada di urutan 23 dari 35 kabupaten dan kota di jawa tengah. Masih berada di wilayah zona merah yakni sebesar 11,96 % di atas rata-rata jawa tengah dan nasional.

Di bidang sosial, Angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Kabupaten Blora dalam kurun waktu lima tahun (2016-2020) cenderung fluktuatif. Dengan data terakhir di tahun 2020 4,89 % (Tingkat Pengangguran Terbuka) dan 69,05 % (Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja).

Data stunting dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dari tahun 2013 : 55.1% turun menjadi tahun 2018 : 32.86% sedangkan berdasar Hasil penimbangan serentak dari Tahun 2017 : 15.3%, 2018 : 8.3%, 2019 : 8.2%, 2020 : 7.64%.

Ruas Jalan yang berada di wilayah Kabupaten Blora yakni 1364,42 KM. dengan status Jalan Kabupaten 1.210,84 km. status Jalan Provinsi sepanjang 115,1 km (sedang diusulkan penambahan jalan kabupaten menjadi jalan provinsi sepanjang 46,16 km)  dan jalan nasional dengan panjang 38,48 km. Pada tahun 2020, hanya ada 22,29 % (269,93 km) jalan kabupaten dalam kondisi baik. Artinya sepanjan 940,91 km jalan kita dalam kondisi tidak baik. Di samping itu, ketersediaan air bersih juga masih perlu mendapatkan perhatian serius. Di saat musim kemarau ada 145 desa rawan kekeringan.

Bencana non alam pandemi Covid 19 turun menjadi tantangan kita dalam percepatan pembangunan kedepan. Untuk itu, kami mengajak segenap warga Blora agar senantiasa menaati protokol kesehatan. Kita senantiasa berikhtiar lahir batin agar pandemi ini segera berakhir.

Sedulur – sedulur warga Blora yang kami cintai dan Bapak Ibu semua hadirin yang kami hormati serta kawan – kawan media yang kami banggakan

Berikut kami sampaikan arti logo Kabupaten Blora, untuk sekedar mengingatkan kembali bahwa tujuan para founding father Kabupaten Blora dalam merumuskan cita-cita pembangunan Kabupaten Blora.

Cupu manik berbentuk segilima melambangkan dasar falsafat negara, Pancasila. Gunung kembar melambangkan kesetiaan dan kecintaan rakyat daerah Kabupaten Blora kepada pemerintahan republik Indonesia dan Kabupaten Blora. Pohon enam batang berwarna hijau berpadu dengan menara minyak berwarna putih dalam Lambang Daerah Kabupaten Blora menandakan potensi utama kekayaan kita adalah hutan jati dan Migas. Sungai (Lusi dan Bengawan Solo) melambangkan usaha-usaha pemerintah demi peningkatan kesejahteraan rakyat, dan menandakan bahwa kemakmuran daerah Kabupaten Blora berhubungan erat dengan kedua aliran sungai tersebut.

Mari kita berikhtiar bersama-sama karena sesanti “CACANA JAYA KERTA BUMI”, Bumi Kabupaten Blora ini mengandung kekayaan alam besar dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, dengan syarat harus berani bekerja keras (makarya).

Sedulur – sedulur warga Blora yang kami cintai dan Bapak Ibu semua hadirin yang kami hormati serta kawan – kawan media yang kami banggakan

Kita harus berbangga hati, bahwa dalam kenyataannya Kabupaten Blora mempunyai potensi yang sangat luar biasa. Tanaman padi menghampar di sebagian besar wilayah kabupaten Blora, khususnya kecamatan Kedungtuban, Kradenan dan Cepu. Bawang merah menjadi andalan sedulur-sedulur Bogorejo dan Todanan. Cabai diproduksi oleh warga kecamatan Jepon, Tunjungan dan Ngawen. Jagung menghampar di wilayah Randublatung, Jiken, Jati dan Sambong. Tanaman tebu mayoritas di kecamatan Kunduran. Sayur sayuran ditanam oleh warga Buluroto Banjarejo. Potensi buah-buahan terus dikembangkan oleh sedulur-sedulur kita yang berada di wilayah Todanan, Japah, Tunjungan dan Bogorejo. Di beberapa tahun terkahir, tembakau menjadi tanaman perkebunan yang trendnya meningkat di Kecamatan Banjarejo, Ngawen dan Blora Kota.

Sapi menjadi ternak mayoritas penduduk Kabupaten Blora, secara populasi jumlahnya terbesar di Jawa tengah. Kita harus mulai memikirkan tentang industrialisasi peternakan. Pengembangan ternak di Kabupaten Blora harus diikuti dengan sistem pembangunan dari hulu ke hilir. Kita menyiapkan penambahan populasi sapi di Blora dengan pengadaan bibit-bibit sapi yang potensi, diikuti dengan pembangunan rumah potong hewan modern agar sapi yang keluar dari Kabupaten Blora sudah berupa bahan setengah jadi atau bahkan mungkin barang produksi yang siap di konsumsi. Kita juga akan menggandeng para investor untuk mendirikan pabrik demi mengolah hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan di Kabupaten Blora.

Sedulur – sedulur warga Blora yang kami cintai dan Bapak Ibu semua hadirin yang kami hormati serta kawan – kawan media yang kami banggakan

Untuk mencapai tujuan diatas, maka kita harus cancut taliwondo, Holopis Kuntul Baris sesarengan Mbangun Blora. Semua harus terlibat dalam mengemban amanat besar ini. Tasharruful imam ‘ala al ra’iyyatimanuutun bi al maslahat,  kebijakan seorang pemimpin terhadap rakyatnya berdasarkan pada kemaslahatan rakyat yang dipimpinya. Kami berdua mengajak para semua pihak, khususnya Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora untuk mewakafkan diri menjadi pelayan masyarakat Blora. Berilah harapan pada masyarakat Kabupaten Blora, karena kita hanya melayani, melayani, dan melayani…

Kami berdua yakin dan optimis, jika kita bisa sesarengan, Blora yang berdaya saing dan unggul akan terwujud. Kita bertekad membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing dan berkarakter. Mewujudkan infrastruktur yang baik dan tata lingkungan yang berkelanjutan. Mewujudkan birokrasi yang professional, progresif, bersih dan akuntabel. Menciptakan kondisi wilayah yang kondusif. Memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi daerah, dan membuka peluang investasi untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Blora.

Sedulur – sedulur warga Blora yang kami cintai dan Bapak Ibu semua hadirin yang kami hormati serta kawan – kawan media yang kami banggakan

Selain itu, dukungan Pemerintah Pusat berupa Proyek strategis nasional di Kabupaten Blora menjadi harapan baru percepatan pembangunan di Kabupaten Blora : Pembangunan Bendungan Randugunting di Kecamatan Japah (Perpres No 109/2020 tentang Percepatan pelaksanaan PSN) – dimanfaatkan sebagai sumber air baku di 3 kecamatan (Japah, Tunjungan dan Ngawen) dengan kapasitas 100 liter/detik.

Peningkatan status jalan Randublatung – Getas – Perbatasan Kabupaten Ngawi dari jalan kabupaten menjadi jalan propinsi sesuai Perpres No 79 Tahun 2019. Untuk konektivitas Kabupaten Blora dengan Kabupaten Ngawi (akses jalan tol Selatan) dan membuka akses wilayah Blora selatan dalam rangka pengembangan ekonomi.

Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di Kecamatan Kradenan dapat pengembangan irigasi seluas 1747 ha, air baku dengan kapasitas 100 liter/detik untuk 3 kecamatan (Kradenan, Randublatung dan Jati).

Pembangunan embung Karangjati Kecamatan Blora untuk pengairan 50 ha dan pengembangan pariwisata, pengembangan Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu membuka terisolasian Kabupaten Blora guna mendukung pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan jalan Rembang – perbatasan Blora – Cepu mempercepat akses transportasi di wilayah Pantura.

Sedulur – sedulur warga Blora yang kami cintai dan Bapak Ibu semua hadirin yang kami hormati serta kawan – kawan media yang kami banggakan

Kami mempunyai program unggulan yang harus tercapai untuk 99 hari awal pemerintahan kami. Pertama adalah mewujudkan Mall Pelayanan Publik (MPP) karena kita akan secepatnya melakukan MOU dengan MenPan tentang pendirian MPP di Kabupaten Blora.

Kami juga akan melakukan evaluasi terhadap banyaknya keluhan tentang pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, kalau perlu kami akan ngantor di Rumah Sakit agar antrian panjang dan penolakan warga kurang mampu untuk berobat dapat segera teratasi.

Kami akan mewujudkan Blora mengaji termasuk didalamnya adalah program satu desa satu hafidz atau hafidzoh juga satu desa satu sarjana serta mengadakan musrenbang lansia, difabel, pemuda, perempuan, dan anak demi terwujudnya pemerataan SDM di Kabupaten Blora.

Sedulur – sedulur warga Blora yang kami cintai dan Bapak Ibu semua hadirin yang kami hormati serta kawan – kawan media yang kami banggakan

Mengakhiri sambutan ini, perkenankanlah kami berdua memohon doa restu kepada segenap warga Blora. Semoga perjalanan kami dalam mengemban amanat ini senantiasa mendapat hidayah, inayah dan ridho Allah SWT. Demikian sambutan ini, atas segala khilaf kami mohon maaf.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Selesai sambutan perdana Bupati, HM Dasum menutup sidang paripurna dilanjutkan dengan foto bersama Bupati dan Wakil Bupati bersama anggota DPRD Kabupaten Blora.(af)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.