Rutan Blora Panen Sayur Hidroponik Yang ke-3

LINTAS BLORA, BLORA KOTA – Rumah Tahanan Negara ( Rutan ) Kelas IIB Blora kembali barhasil melakukan panen sayuran hidroponik pada Selasa (30/03/2021). Kepala Rutan Blora, Dedi Cahyadi bersama pejabat struktural berkesempatan untuk memanen langsung sayuran hidroponik jenis kangkung, sawi shinta dan sawi pakchoy.

“Sayuran kangkung sudah 3 kali panen karena masa tanamnya relatif pendek yaitu sekitar 21 hari. Untuk sayuran sawi shinta dan sawi pakchoy pertama kali panen, karena masa tanamnya relatif panjang yaitu sekitar 50-60 hari,” jelas Dedi.

Bacaan Lainnya

Dedipun menuturkan bahwa menanam dengan sistem hidroponik sangat efisien dan mudah karena tidak memerlukan lahan yang luas.

“Karena lahan kita terbatas untuk melakukan pertanian skala besar, maka kita lakukan dengan sistem hidroponik seperti saat ini,” tambah Dedi. 

Proses tanam mulai dari penyemaian, perawatan hingga panen semuanya melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan petugas. Kegiatan ini akan berlangsung secara kontinyu, agar dapat bermanfaat bagi para WBP sebagai bekal ketrampilan mereka saat kembali ke dalam masyarakat.

“Pembinaan yang diberikan merupakan salah satu tujuan utama Pemasyarakatan guna mempersiapkan para WBP ketika selesai menjalankan masa pidananya agar memiliki keahlian dan keterampilan serta produktif sehingga bisa membuka peluang usaha sendiri,” pungkas Dedi.

Sayuran hidroponik ini walaupun tidak ditanam di tanah, nutrisi yang terkandung di dalamnya tidak kalah dengan sayuran biasa, bahkan bisa lebih baik karena kandungan nutrisinya bisa dikontrol. Elemen seperti kalsium, zinc, magnesium, atau unsur hara lainnya biasa ditambahkan pada tanaman sayur hidroponik sehingga nutrisi lebih maksimal.

Selain itu, keunggulan lainnya dari bertanam hidroponik yaitu lebih aman dari serangan hama, sehingga tidak diperlukan pestisida. Tentu hal tersebut menyebabkan sayuran hidroponik ini minim kandungan bahan kimia. (Ambr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.