Tragedi Cinta Segi Tiga Tanah Mandar dalam Tari Pandeng Mamea

Sanggar Kalaki Mandar menampilkan Tari Pandeng Mamea yang berkisah tentang cinta segi tiga, Senin (28/12)

LINTAS BLORA, BLORA- Karya apik dan menarik ditampilkan sekali lagi oleh delegasi Sulawesi Barat, tarian kreasi yang eksotis yang membawa pesan mendalam. Kali ini, Sanggar Kalaki Mandar menampilkan Tari Pandeng Mamea yang berkisah tentang cinta segi tiga, Senin (28/12).

Ketua Sanggar Kalaki Mandar, Abdulloh mengungkapkan, tarian ini terinspirasi dari budaya ‘Siriq’ yang sangat dijunjung tinggi Suku Mandar di Sulawesi. Budaya Siriq adalah budaya untuk tidak melanggar aturan adat dan menjaga perilaku dalam masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Tari ini menceritakan tentang cinta segi tiga di tanah Mandar. Yakni, kisah cinta Sitti Haddara dan Ca’ Bulung. Kisah cinta keduanya disertai dengan hadirnya orang ketiga yang akhirnya membawa kisah cinta ini berakhir tragis,” terangnya.

Tarian ini ditampilkan dengan iringan musik yang sesuai dengan latar cerita. Di akhir adegan, ketiga tokoh yang terlibat cinta segi tiga tersebut berakhir meregang nyawa. Tampaklah di akhir adegan, Ca’ Bulung menghujamkan senjata tajam ke perutnya.

“Hal itu dilakukan demi menjaga siriq, serta adat yang telah dilanggar oleh Sitti Haddara dan selingkuhannya,” pungkas Abdulloh.

Menutup penjelasannya, Abdulloh mengatakan, dalam tradisi Mandar terdapat untaian kata-kata mutiara yang berbunyi, “To mettugalang masseq di pau paunna, Naiisang siriq, naissang adaq. Dota mappelei lino”.

Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, artinya Orang yang berpegang teguh pada prinsipnya, punya rasa malu dan taat pada adat. Penampilan tari Pandeng Mamea menjadi warna tersendiri di Festival Bambangan Cakil 2020.

“Nilai-nilai moral dan amanat yang tersirat dalam ragam tarian Nusantara sudah seharusnya menjadi inspirasi bagi kita bersama. Terlebih saat bangsa ini sedang berjuang dengan spirit revolusi mental,” komentar tuan rumah Festival Bambangan Cakil 2020 yang juga Kepala Desa Pengkoljagong Kecamatan Jati Kabupaten Blora, Sugiyono.

Festival Bambangan Cakil 2020 berlangsung mulai hari Senin, (21/12/2020) dan akan berakhir pada 31 Desember 2020 mendatang. Selama pelaksanaan festival, panitia memberlakukan protokol kesehatan secara ketat.

Festival ini juga dapat disaksikan melalui video streaming pada Channel Youtube Pengkoljagong Sapta Pesona. Untuk jadwal tampil dan serba-serbi festival, diinformasikan pada halaman Facebook Pengkoljagong Sapta Pesona.(safi’i)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.